Kamis, 14 Maret 2013

Jerman.. Oh Jerman.. :(

Hmm.. Lihat judul diatas kan.. "Jerman" yah.. jerman..
kali ini aku mau cerita.. tentang masalah kuliah aku..
okedeh..

Aku ingin kuliah itu keluar negeri.. Aku berharap banget bisa kuliah di luar negeri.. kalau boleh milih sih antara jerman perancis atau australia..
aku milih Jerman. Dan karena itu aku udah cari di internet, kesemua blog, link, website, semua deh.
Dan aku dapat website yang disana tuh intinya bisa mengurus kita untuk kuliah di Luar Negeri, yaitu di Jerman, Perancis, dan Amrik. Berhubung aku mau kuliah di Jerman, jadi aku milih jerman deh.
Selanjutnya, aku mau nanya ortu mereka setuju atau enggak. Tapi.. setelah aku tanya, ayahku sih sebenarnya mau kalau aku kuliah di luar negeri. Tapi ada alasan tertentu yang ngebuat mereka mengurungkan niatnya untuk membiarkan aku kuliah di Jerman (menurutku).

Alansan nya :
- Jerman itu jauh kalau seandainya di Malaysia atau Singapura mungkin ayahku ngasih.
- Biaya hidup disana itu mahal.. mahal dalam arti sebanding sama dengan Pendapatan disana. Misalnya di indonesia, gaji seseorang yang bekerja di indonesia pas dengan kebutuhan hidup di indonesia. eperti itulah.
- Di website yang aku lihat, dia itu seperti penyalur kita ke jerman dengan membayar uang dengan jumlah yang besar. Ayahku gak mau seperti itu. Katanya kalau seperti itu sama saja dengan kita mengikuti Bimbel yang dimana kita dilatih dulu lalu diberangkatkan ke jerman.
- Ayahku sebentar lagi akan pensiun, mungkin untuk membiayai aku akan sangat sulit. Kalau untuk bayar tahun pertama dan kedua bisa tapi selanjutnya.. bagaimana..?

Ayahku bilang, seandainya aku memang ingin kuliah keluarnegeri sebaiknya mencari unuversitas yang mengundang lalu kita mengirimkan syarat-syaratnya. Kata ayahku sih ada.. tapi aku gak dapat.

Aku sekarang gak tahu mesti gimana.. Tapi yang aku tahu, dengan alasan-alasan itu berarti ayahku tidak menyetujui aku untuk kuliah di luarnegeri. Tepatnya di negara yang aku inginkan "JERMAN"

Jumat, 01 Maret 2013

Terbaik Untukmu Teman..

Lupa deh tepatnya itu tanggal berapa.. tapi itu hari rasanya gak ingin terulang lagi dan lagi..

Pas mau ujian seni musik, kami tuh mepet banget.. besok nampil malah hari ini nentuin lagu plus dengan not dan sebagainya. Aku sih disuruh megang alat tiup 'PIANIKA' sebenarnya aku ragu, males, takut kalau.. kalau apa ya.. takut aja deh. Tapi aku menghargai mereka yang menghargaiku, makanya aku mau dengan catatan aku gak janji bakalan bisa atau enggak menghapal not-not angka itu.

Dan itu dia awalnya, teman aku yang main gitar (aku rasa gak perlu disebutin deh namanya) aku rasa sih dia udah berusaha buat nyari not angka dari lagu itu. Aku menghargai apa yang udah dia lakukan. Dan yang lain teman cewek yang satu kelompok denganku. Aku juga menghargai dia karena dia bersedia menunggu. Tp, yang satu lagi loh si 'Rio' sebel banget aku liatnya. Aku ngerasa seperti percuma aja aku disitu dan berusaha belajar. Aku gak peduli meskipun dia pandai dalam alat musik yang dia pegang atau apalah. Tapi aku benci ketika dia meremehkan orang lain dan bertindak sesukanya tidak mengerti akan keadaan orang lain yang sedang berusaha. Dia juga bercanda diwaktu yang salah. ada kata-kata dia yang nusuk banget di"hati"ku. Temen cewek sekelompokku ngomong " Fokus lah y*.. main-main aja lah.. kerjamu itu" dengan sebal dia berkata seperti itu karena ngeliat si R** mukul-mukul stik drum nya. "Kok aku pula.. dialah yang gak fokus.. gak bisa-bisa dari tadi\.. kalau aku gampang lah.. udah bisa aku.." tuturnya mantap (lumayan SOK menurut aku). Tau gak yang aku pikir saat itu.. "gak nyangka" aku dia ngomong kayak gitu.. gak punya attitude aku rasa. Aku juga sadar kenapa teman-teman dikelas tuh pada acuh-gak acuh sama dia. Untuk ada beberapa teman yg emang care sama dia. Aku gak tahu apa dia memang yang terbaik dalam memainkan alat musiknya atau enggak ketika ia tidak menghargai aku *menurutku. Aku rasa dia gak bagus-bagus amat.. dia memainkan alat musik pakai emosi.. gak ada rasa.. kalau kata orang-orang tuh feel nya hampa.. Sebenernya sih dia bisa tapi karena dia keras kepala dan juga.."SOK" gitu (sama aja kali ya?) jadi ya.. gimanaa.. aku gak mau nilai seburuk atau sebaik apapun dia.. karena aku gak berhak..lagi pula gak ada urusannya dengan aku.. aku hanya kesal sama perkataannya. Dan aku tau sepanjang kami latihan mereka ngetawain aku.. aku rasanya pengen nangis *seperti dipermaluin. Tapi yang bener aja nangis disitu. Makanya aku buru-buru mau pulang dan bilang kalau aku buru-buru mau pergi. Padahal rencananya aku mau Les.. Tapi udah gak niat.. udah sakit hati.. sepanjang latihan aku berdoa aku memanggil ibuku.. Memang kalau dilihat dari luar aku terlihat biasa saja.. Aku pendiam... eh bukan deh.. JAIM sama orang-orang yang gak terlalu deket sama aku. Kalau orang-orang yang dekat sama aku biasanya sih sering ketawa.. ITU KALAU DEKAT.. adang aku welcome aja kalau milih teman... semua kan berhak... itu aja sih.. dia sebenarnya baik.. hanya butuh teman yang benar-benar mengerti dia.. aku gak akan pernah berharap dia ataupun teman-teman ku yang terpaut dalam BLOG KU ini akan melihat catatan-catatan ku bila kami masih bersama karena pasti aku akan malu. Tapi bila sudah berpisah.. kuliah.. bolehlah.. *kalau ketemu.

Dari kejadian-kejadian itu, aku berharap seseorang akan bisa mengubah sifatnya menjadi lebih baik. Aku bilang seperti ini juga bukan karena aku yang paling baik ataupun sempurna. Aku hanya gak ingin dia seperti itu.. karena entahlah.. tapi aku merasa itu kurang baik untuknya.. karena sebenarnya dia itu teman yang baik juga.

Buat yang HobyMusik